Fathimah al-Ma’sumah
God, I can’t say a word anymore…
I’m sooooooooooooooo proud of her :*
Tetap sehat, berjaya di musik, dan pertahankan si angka ‘4’ ya sayaaaaaaaaaannggg!!! :D
Barusan saya membaca dan belum secara tuntas dan teliti membaca artikel tentang negara saya. Tapi saya sudah malas kembali membacanya dan benar benar saya murka. kenapa? tidak adakah artikel tentang negara saya yang menarik dengan hasil prestasi atau berkurangnya pengangguran di negara saya. kenapa hanya artikel yang berisikan KORUPSI? saya memang bangga menjadi orang yang berasal dari negara saya karena saya bangga dengan sumber daya alam di negara saya . tapi saya lebih bangga saya bisa merasakan keluar dari negara saya. kenapa tidak? saya tidak nyaman hidup di negara saya sendiri, hal kecil saja. banyak pencopet atau maling, banyak orang orang yang menindas orang kecil,orang yang tidak bersalah di hukum pidana, dan orang yang senang menguasai harta dengan hasil korupsi uang negara dengan santai bisa hidup. saya malu karena negara saya seperti itu, apa yang akan saya ceritakan kepada teman teman dari negara lain tentang negara saya. saya malu mengatakan bagaimana jalannya kepemerintahan. selama ini saya tidak memberikan kata kata yang bagus terhadap negara saya karena saya tidak merasakan betaapa hebatnya indonesia. yaa , negara saya adalah indonesia. indonesia itu sunguhlah kaya. kenapa tidak? sumber daya manusia banyak, sumber daya alam itu sangatlah banyak. tapi kenapa? tidak bisa memanfaatkan apa yang ada, kenapa dengan harus berlomba lomba mencari celah untuk menjadi kaya untuk diri sendiri bukan untuk negara! Jujur saya lebih suka negara saya di jajah oleh orang asing ketimbang saya melihat orang indonesia dengan kepintaran mereka mengurus negara. mereka itu seperti orang yang tidak berpendidikan, kebanyakan gaya, kebanyakan ingin itu dan tidak menghasilkan apa apa untuk negara. begitulah indonesia hal yang kecil saja dapat di besar besarkan, tapi yang besar HARUS DITUTUPI! indonesia mempunyai banyak ilmuwan ilmuwan yang terdepan dan lagi lagi dengan kepintaran mereka, mereka membuang atau menyia nyia kan ilumuwan tersebut, dan HASIL? INDONESIA TETAP MENJADI NEGARA PALING BOBROK! heran ya.. yang bertahan di negara ini hanyalah orang orang bodoh. lihat saja orang orang ilmuwan mereka lebih di hargai di negara lain ketimbang di indonesia. saya tinggal di negara eropa. dan disini mereka itu miskin, mereka itu tidak mempunyai sumber daya alam dan sumber daya manusia, dengan jumlah manusia sedikit pasti akan bisa mengurus negara dengan baik, beda halnya dengan indonesia yang terlalu banyak pengurus yang cuma bisa memakan gaji BUTA!
Money hanya satu kata tapi bisa membuat saya berguling guling di kasur, menatap kosong ke langit langit atap , berjalan kesana kemari , dan membuat tangan saya kaku. Dengan uang semua orang bisa melakukan apapun. Bahkan membeli harga diri seseorang saja bisa. Orang yang tak punya duit hanya bisa frustasi. Dan sekarang saya sedang di landa frustasi. Frustasi akan masalah uang, Bagaimana tidak? sifat saya yang boros membuat saya frustasi, saya membutuhkan uang, tapi saya dengan gampangnya membuang dan menghilangkan uang. Dan sekarang uang pun tidak menghinggapi saya. bahkan hilang dan enggan untuk ku sentuh. Apa yang harus saya lakukan? berdiam diri, fokus ke tujuan saya atau menjadi buruh pabrik kembali?
*sedikit cerita, bahkan menjadi page yang banyak.
Keberadaan saya di negara ini membuat ayah saya keteteran dalam masalah uang, bagaimana tidak? anak perempuan bungsu yang dengan sok-sok an ingin melanjuti kuliah di negara hitler. Itu tidak murah dan membutuhkan biaya yang sangat banyak. Ayahku hanyalah seorang pegawai swasta di perusahaan minyak. Ayahku tidak mempunyai keahlian di dalam bidang bisnis. Dan itu lah kekurangan ayahku, karena tidak mempunyai keahlian di dunia bisnis, kami hanya mengharapkan gaji perbulan yang di terima oleh ayahku, tapi dengan begitu aku salut kepada ayahku. Beliau bukan orang yang pelit, tetapi orang yang suka menabung. Dulu ku pikir ayah selalu berusaha me-manage dunia keuanganku dan saudaraku. Aku tidak di beri uang jajan yang lebih seperti teman teman ku. selalu mengatur apa saja yang aku beli, dan selalu tidak menuruti apa keinginanku, dulu aku sangatlah membenci ayah. aku tidak pernah dekat dengan beliau. bertegur sapa pun aku enggan, karena aku berfikir aku tidak di berikan apa yang aku mau. Dan akhirnya aku di tawarkan untuk melanjutkan pendidikan ke bandung, awalnya aku tidak mau. tapi setelah aku berfikir dan galau . Aku menuruti keinginan ayah, tetap ibuku menolak keinginanku, aku anak bungsu yang beliau anggap tidak bisa jauh dari orangtua. Tapi aku meyakinkan kedua orangtuaku kalau aku sungguh-sungguh menuntut ilmu di bandung. Dan akhirnya aku pun pindah ke Bandung, aku menerima tawaran orangtuaku karena aku ingin jauh dan aku ingin mempunyai kehidupan yang baru dan apalagi aku inin mempunya uang yang lebih karena tidak mungkin ayah tidak mengirimkan aku uang perbulan dan pasti jumlahnya sangat banyak. hahahahaha . dan ternyata perkiraan aku itu benar, ayah selalu memberikan uang yang banyak setiap bulannya. dan disini aku menjadi orang yang boros , karena baru pertama kalinya aku di berikan uang yang banyak seperti ini. tapi aku tetap tidak menggunakan uang uang tertentu, contohnya uang sekolah, uang kosan, dan uang makan. setiap bulan pasti aku merasa kekurangan, dan ayahku selalu mengirimi aku uang. Dan ibuku selalu berkata ayahku tidak pernah mengeluh mengirimkan aku uang beda halnya dengan kedua kakaku. ayahku suka mengeluh atau mengomel jika kakakku meminta mengirimi uang. dan aku pun merasa bersalah dan baru lah aku berfikir, kenapa ayah selama ini selalu me manage uang yang di berikan untukku. ternyata ayah menabung ya buat kesenangan kami semua. yang bisa di gunakan untuk membayar sekolahku yang mahal, maklum sekolah swasta di bandung. aku bersyukur dan selalu berterimakasih karena aku bisa membersihkan tentang buruknya ayahku. dan beliau adalah orang yang terhebat di dalam hidupku! beliau mengajarkan aku segalanya. dan aku yakin sifat yang ada di dalam diriku ini adalah turunan dari sifat ayah. Ayah mampu menyekolahi ketiga anaknya ke jenjang pendidikan yang tinggi. ayah mampu membuat hak ketiga anaknya sama rata, selalu adil. ayah orang yang sabar walaupun ayah terlihat tidak banyak omong dulu. Tapi sekarang ayah banyak berubah semenjak ketiga anaknya keluar dari rumah melanjutkan pendidikan yang tinggi. Dulu ayah ku anggap orang yang dingin, dan selalu pelit. ternyata ayah adalah orang yang sangat peduli dan selalu mengkhawatirkan keberadaanku saat ini. Ayah yang selalu menghubungiku, mengajak aku skype dan mengobrol sampai larut malam. Padahal ayah tidak bisa tidur terlalu malam. karena besoknya beliau harus kerja. aku kira ibuku orang yang peduli ternyata ayah juga. Dan aku bangga ayah bisa membiayai kakaku yang dokter dan sebentar lagi abangku akan lulus sebagai sarjana geologi. aku bangga, kakak abangku bisa membuat ayahku bangga. dan sekarang aku belum bisa membuat ayah bangga, tapi aku yakin suatu saat aku sukses.Aku juga bangga ayah dapat menyekolahiku ke negara hitler. tidak semua orang bisa mendapati peluang yang sama denganku. ini juga berkat kerja keras ayah. aku ke jerman juga dengan tabungan ayah yang dulu di tabung.. ternyata ayah menabung dengan dollar. sayangnya ketika aku ingin ke jerman, dollar turun drastis. dan ayah mendapati kerugian untuk menukar dollar ke euro. Aku mendengarnya langsung tidak enak hati. apa yang harus aku perbuatpun aku tak tau. dan akirnya aku berniat untuk tidak memboroskan uang yang d berikan ayahku. TAPI? selalu sifat boros menghantuiku dan enggan pergi jauh dariku. kenapa uang membuat aku seperti ini? sudah puluhan juta akuvhabiskan. dan ayah tidak pernah marah. selalu mengusahakan biar aku berkecukupan disini. Dan aku pun memberitahukan kepada ayah kalau aku sudah tidak ada uang lagi, dan ayah pun ingin mengirimkan aku uang dan menunda usaha yang sedang beliau kerjakan. Hatikupun meringis tidak tahu bagaimana perasaan sebenernya yang ayah rasakan. aku seperti anak durhaka yang tidak tahu terimakasih. Selalu ayah begitu. selalu mengusahakan dan mengorbankan sesuatu demiku. Aku mencoba kerja di perusahaan amazon di bagian verpacken, ternyata mencari uang itu tidak mudah. tanganku luka luka karena karton yang tajam. tangan lukapun tidak menutupi kebutuhanku sebulan disini. aku hanya bisa bersyukur apa yang aku terima. Dan lagi lagi uang membuat ku gila.
aku hanya bisa mengucap dan berterimakasih sebanyak banyaknya untuk ayah yang bisa bertahan mencari uang untukku. terimakasih ayah. terimakasih adalah kumpulan sejuta kata yang aku rasakan dan aku terima untuk ayah.
sekarang, aku percaya rejeki itu sudah ada yang mengaturnya. tinggal kita saja yang mengatursnya dengan bagaimana.